Exploring Discrepancies in the Utilization of Joint Marital Assets: A Normative-Sociological Analysis

Authors

  • Fazlon Umar UNISAI
  • Cecep Soleh Kurniawan Universiti Islam Sultan Sharif Ali, Brunei Darussalam

DOI:

https://doi.org/10.62568/jomn.v1i2.131

Keywords:

Joint Assets; Indonesian Positive Law; Comprehension; Utilization.

Abstract

Joint assets in marriage encompass all assets acquired after marital status is established through a legal union and are jointly owned by both spouses or held in joint names acquired simultaneously during marriage. Indonesian Positive Law, including Law no. 16 of 2019 concerning Marriage, the Compilation of Islamic Law, and the Civil Code (KUHP), governs the utilization of joint property in marriage, ensuring equal rights for both parties. However, discrepancies exist between legal provisions and public understanding regarding the use of joint marital assets. This study, conducted in Trienggadeng Pidie Jaya, employs qualitative methods to explore the community's comprehension of joint property using Indonesian Positive Law as an analytical framework. It adopts a normative-sociological approach, treating Indonesian Positive Law as the basis for analyzing societal perceptions and behaviors related to collective property. The research reveals discrepancies between normative rules and public understanding of the regulations governing the use of joint marital assets.

References

Alfaruqi, D. (2019). Pembagian Harta Bersama Menurut Kompilasi Hukum Islam Dan Implementasinya Di Pengadilan Agama Jakarta Selatan Perspektif Keadilan Gender. Jakarta.

Asnawi, M. N. (2019). Pembaruan Hukum Perdata: Pendekatan Tematik. Yogyakarta: UII Press.

Aulia, T. R. N. (2020). Kompilasi Hukum Islam (Cetakan ke-8). Bandung: Nuansa Aulia.

Direktorat Pembinaan Badan Peradilan Agama. (2000). Kompilasi Hukum Islam. Jakarta.

Irawan, Y. (2018). Kepemilikan Hak Atas Tanah Dalam Perkawinan Sebagai Harta Bersama. *Lambung Mangkurat Law Journal, 3*(1), 10.

Kuswana, W. S., & Kuswana, W. S. (2012). Taksonomi Kognitif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Asnawi, M. N. (2022). Hukum Harta Bersama (Kajian Perbandingan Hukum, Telaah Norma, Yurisprudensi, dan Pembaruan Hukum) (Cetakan ke-2). Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Mahadewi, I. A. P. K. (2023). Akibat Hukum Serta Penyelesaian Terhadap Harta Bersama Berdasarkan Hukum Perkawinan. *Jurnal Kertha Semaya, 9*(1), 112–120. https://doi.org/10.24843/KS.2020.v09.i01.p10

Makangiras, A. S. (2014). Prinsip-Prinsip Hukum Harta Bersama Dalam Perkawinan Berdasarkan UU Nomor 1 Tahun 1974. *Lex Privatum, 2*(1), 121.

Manan, A. (2006). Aneka Masalah Hukum Perdata Islam di Indonesia. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Manan, A., & Fauzan, M. (2001). Pokok-pokok Hukum Perdata Wewenang Peradilan Agama. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Nawawi, K. (2013). Harta Bersama Menurut Hukum Islam dan Perundang-undangan di Indonesia. *Mizan: Jurnal Ilmu Syariah, 1*(1), 14.

Nelli, J. (2017). Analisis Tentang Kewajiban Nafkah Keluarga Dalam Pemberlakuan Harta Bersama. *Jurnal Hukum Islam STAIN Curup Bengkulu, 2*(1).

Putra, F. K., & Elimartati. (2020). Persepsi Masyarakat Dan Pemanfaatan Terhadap Harta Bersama Bagi Istri Yang Bekerja Tinjauan Hukum Keluarga Islam (Studi Jorong Padang Koto Tuo Mungka Kecamatan Mungka). *Jurnal Integrasi Ilmu Syari‘ah, 1*(1), 9.

Tim Redaksi Nuansa Aulia. (2020). Kompilasi Hukum Islam (Cetakan ke-8). Bandung: CV. Nuansa Aulia.

Utami, S. M. P., & Dalimunthe, S. N. I. S. (2023). Penerapan Teori Keadilan Terhadap Pembagian Harta Bersama Pasca Perceraian. *Jurnal USM Law Review, 6*(1).

Wetboek, B. (2014). Kitab Undang-undang Hukum Perdata (Cetakan ke-41). Jakarta: PT. Balai Pustaka.

Yayasan Peduli Anak Negeri. (2018). Undang-undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Pustaka: Yayasan Peduli Anak Negeri.

Downloads

Submitted

2024-05-09

Accepted

2024-06-30

Published

2024-06-30

How to Cite

Umar, F., & Kurniawan, C. S. (2024). Exploring Discrepancies in the Utilization of Joint Marital Assets: A Normative-Sociological Analysis. Journal of Mujaddid Nusantara, 1(2), 69–77. https://doi.org/10.62568/jomn.v1i2.131